PAHLAWAN - PAHLAWAN INDONESIA
dewi sartika
Profil dan biografi dewi sartika
Profil dan biografi dewi sartika – Artikel kali ini tentang biografi pahlawan wanita nasional indonesia yaitu
Profil dan biografi dewi sartika
nahhh untuk lebih mengenal sejarah berikut jasa pahlawan mari kita
simak biodata dewi sartika dan apakah pengaruh dan apa saja yang beliau
lakukan sehingga turut berjasa atas negeri kita ini bangsa Indonesia
dewi sartika pendidikan Dia perperan besar dalam turut mencerdaskan
bangsa ini dalam bidang pendidikan.
mari kita sedikit mengenal beliau dalam mempelajari riwayat hidup ibu
dewi sartika agar kita terpacu semangat untuk selalu belajar dan belajar
biar pinter dan turut melanjutkan perjuangan nya dalam pendidikan. Mari
kita ucapkan terima kasih kepada dewi sartika.
Berikut profil dan biografi dewi sartika :
Nama : Raden Dewi Sartika
tanggal lahir dewi sartika : Cinean, 11 September 1947
Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947
Penghargaan : Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966
ra kartini
December 23, 2012 |
Filled under
Profil
|
|
Biografi ra kartini
Biografi ra kartini – RA kartini, atau Raden Ajeng
Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia
anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat.
Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan
sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit
sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih
dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut
dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan
buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian
dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).
Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca.
Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam
memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan
kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan
berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah
Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita
tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan
mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan
ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti
membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di
negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon.
Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.
Biografi dan profil jendral soedirman
February 9, 2013 |
Filled under
Profil
|
|
Biografi dan profil jendral soedirman
Biografi dan profil jendral soedirman – Jenderal
Besar TNI Anumerta Soedirman adalah seorang pahlawan nasional Indonesia
yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah
perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal
RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah
menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru
yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI.
Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan
dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.
Riwayat Hidup
Soedirman lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24
Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada
umur 34 tahun. Soedirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana.
Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah seorang pekerja di Pabrik Gula
Kalibagor, Banyumas, dan ibunya, Siyem, adalan keturunan Wedana Rembang.
Soedirman sejak umur 8 bulan diangkat sebagai anak oleh R.
Tjokrosoenaryo, seorang asisten Wedana Rembang yang masih merupakan
saudara dari Siyem.
Biografi dan profil bung tomo
February 10, 2013 |
Filled under
Profil
|
|

- Biografi dan profil bung tomo
Biografi dan profil bung tomo – Sutomo (lahir di
Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab
Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun)[1] lebih dikenal dengan sapaan
akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal
karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan
kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan
pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari
Pahlawan. Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya.
Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari
kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai
staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor
pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda.
Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat
Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran
Jawa Tengah, Sunda, dan Madura. Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia
pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi
anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi
distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.
Biografi ir soekarno
December 23, 2012 |
Filled under
Profil
|
|
Biografi ir soekarno
Biografi ir soekarno – Presiden pertama Republik
Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar,
Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya
bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.
Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan
anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati,
Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu,
sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli
Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya
di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos
di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat
Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School).
Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa
nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan
melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang
sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.
Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI
(Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia
Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin,
Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan.
Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan
kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.
0 komentar:
Posting Komentar